![]() |
| Poto. Dok. Jeeno Dogomo |
Okelah dapat di terima jikalau engkau kaum awam yang mengatakan demikian karena kamu sudah terlalu lama bergelut di dalam ideologi yang di tanamkan secara terstruktur dan rapi sejak hari aneksasi itu.
Tetapi kamu tidak diam kamu selalu berusaha untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. kamu berjuang untuk mengetahuinya dengan belajar kembali dari awal, Berusaha mengaktifkan otak yang sudah lama di bekukan dengan pemikiran pemikiran palsu ini.
Sejak SD, SMP, SMA pada umur 12 tahun awal di lalui dengan perjuangan yang panjang guna mencapai apa yang di harapkan, yang adalah modal untuk melanjutkan ke perjuangan yang lebih rumit selanjutnya , nah tibalah waktunya di mana orang-orang akan memanggilmu dengan panggilan mahasiswa.
Apalagi jika keputusanmu untuk melanjutkan studi di tanah rantau yang jauh dari orang tua, kerabat, dan masyarakat di lingkungan lama mu. Guna mengejar tujuan utama mu (ingin tahu), ingin mencari pengalam baru di kota study yang baru dan dengan status yang baru sebagai mahasiwa yang mandiri.
Perjuangan mu untuk ingin tahu yang sebenarnya di mulai dari sini . Disinilah otak ini di paksa untuk berfikir, berfikir tentang keadaan sekitar , tentang apa yang sebenarnya terjadi selama ini dan sudah sejauh mana perkembangan dunia ini
Setelah kamu pergi barulah kamu merasakannya perbedaan yang sangat signifikan di berbagi segi kehidupan baik itu ekonomi, politik, budaya, kesehatan, pendidikan dan lain-lain yang sangat berbeda dengan daerah asalmu . Tahap perbandingan perbandingan itu muncullah beberapa pertanyaan yang terus datang dan selalu menggangu tidurmu:
1. Apa sebenarnya yang terjadi ?
2. Mengapa daerah kamu yang begitu sangat-sangat kaya dengan sumberdaya alam nya menjadi sangat ketinggalan jauh bahkan dapat di katakan sangat buruk untuk pelayanan masyarakatnya ?
3. Siapa yang dapat kamu salahkan (pemerintah, masyarakat, mahasiswa pemilik modal) atau siapa ?
Pertanyaan pertanyaan inilah, kamu mulai lebih berfikir secara umum dan akhirnya kamu menemukan jawabannya ternyata semua ini saling berkaitan satu sama lainnya atau yang biasa di sebut dengan sistim.
Ternyata saya sebagai orang Papua sedang di tindas dan dihisap habis habisan dengan sistim yang di atur dan di jalankan secara halus dan terstruktur ini .
dari situlah kamu sadar dan kamu tidak mau terus menerus seperti ini. Kamu mengambil keputusan untuk berjuang memperebutkan apa yang selama ini di ambil dan dicuri dari kamu dan dari rakyat Papua.
Kamu berjuang dengan cara dan bakat yang ada yang di berikan TUHAN kepada kamu hingga kamu mendapatkannya, dan perjuangan mu hari ini tidak akan berhenti di sini tatapi akan terus berlanjut dari generasi ke generasi hingga mencapai kesejahtraan yang hakiki untuk seluruh rakyat Papua.
Kesimpulan
Perjuangan ini akan membutuhkan proses dan perjuangan ini akan terus berlanjut di mulai dari proses penyadaran, dan penyadaran itu akan terjadi jika di iringi dengan kerja - kerja nyata yang di lakukan oleh kami, kita, kamu dan saya . Yang sudah lebih dulu merasakan dan mengerti akan pola permainan atau jalannya sistim ini, yang di kendalikan oleh para imperialism yang memanfaatkan Kolonialism dengan menggunakan militerism sebagai alat untuk meloloskan agenda - agendanya.
Oleh : Jeeno Dogomo.
Penulis adalah aktivis AMP Komite Kota Bali
