Istilah Orang Papua Waspada! Jika Mendekati Bulan Desember Banyak Kecelakaan, Pembunuhan, Penculikan Terjadi - RMPB

728x90 AdSpace

Trending
Monday, November 7, 2016

Istilah Orang Papua Waspada! Jika Mendekati Bulan Desember Banyak Kecelakaan, Pembunuhan, Penculikan Terjadi

Foto: Dok Pribadi
Oleh : Nibson Murib

Revolusi Mental Papua (RMP) -
Apakah orang Papua mengetahui pelaku pembunuhan, kecelakaan, saat bulan Desember?
Apakah dekatnya Natal sehingga Tuhan  mengambil setiap insani khusus orang Papua harus adanya kematian?
Apa maksud dari orang Papua untuk berhati-hati saat  memasuki bulan Desember atau hari besar umat Kristian?

Ada kesalah pahaman pertanyaan di atas yang harus diketahui sebagai berikut :
Hati-hati mendekati bulan Desember atau hari besar Kristiani karena banyak pengorbanan merajalelah."Kesempatan yang dimanfaatkan oleh Pembunuh berencana atau Pembunuh bayaran di lakukan oleh kolonial Indonesia untuk memusnahkan orang Papua demi perebutan Pulau Papua, kekayaan Tanah Papua itulah Program Negara Kolonial NKRI dan Imprealis Amerika serta lainnya. Bukti nyata program Genocide Dan ketidak pedulian para Kolonial kepada orang Papua dengan kasus-kasus yang kejam, seperti dapat di gambarkan sebagai berikut:

Orang Papua akan lenyap satu demi satu dengan berbagai cara dari para Kolonial NKRI (Negara Kesatuan Replubik Indonesia) untuk Mewujudkan program Kolonial yaitu perebutan kekayaan alam orang Papua, sebenarnya program-program rahasia NKRI adalah pemusnahaan orang Papua untuk merebut pulau Papua dan segala isinya, sehingga program-program yang telah dikeluarkan dan diterapkan sejak Tahun 1963 pada penyerahaan orang Papua dan tanah Papua kepada Kolonial NKRI saat ini hanya merupakan pemusnahan. Secara menyeluruh tidak dapat disebutkan satu persatu, namun sesuai kenyataan saat ini kematian anak-anak Papua baik para tetua maupun mudah-mudih diseluruh Tanah air dapat terlihat jelas bahwa dalam  satu hari mencapai target kematian 30-50 orang, dengan cara yang rezim yaitu melalui dirumah sakit, tabrak lari (kendaraan roda dua maupun roda empat), diculik, digantung, perang suku, perebutan jabatan, penembakan secara berkeliharan dengan alasan tidak memiliki Indentitas (KTP), Penembakan secara berkeliharan dalam aksi warga dan pemenjarahan aktivis-aktivis tanpa alasan akibat dalam membela hak-hak yang harus dinikmati oleh orang Papua sehingga diracun melalui makanan.

Dan ada program khusus melalui makanan,minuman,dan obat-obatan yang sudah diracuni oleh pembunuh bayaran diperjualkan-belikan kepada Masyarakat yang masih membertahankan Nasionalisme Orang Papua, yang memperjuangkan Hak menentukan nasib Orang Papua.

Sampai saat ini orang Papua hanya tinggal berdiam tanpa aktivitas apapun, tidak ketahui dan tidak mengetahui kejahatan-kejahatan sadis yang memusnahkan orang Papua dari para kolonial yang hatinya pemusnahan terhadap orang Papua. Memang ada beberapa orang Papua yang ketahui pelangaran-pelangaran yang terjadi di tanah Papua, namun penguasa sudah memberikan “sebungkus nasi jingko” kesukaan terhadap para anak-anak mahasiswa perantau, pihak-pihak yang ditanggani persoalan-persoalan Papua, akhirnya tidak perna untuk mengangkat dan melanjuti persoalan di Papua. 

Sebagai anak-anak penerus Papua entah kaum pria dan wanita perlu kembali pada sejarah Anak Papua/orang Papua guna membertahankan Nasionalisme Orang Papua. Supaya tidak salah memahami dan tidak  rasis, sarah, membedakan satu dengan lain, maka sebagai anak-anak penerus Papua perlu ketahui juga bahwa siapakah yang disebut orang Papua di bumi cendrawasih?

Orang Papua adalah orang yang berada di atas tanah Papua baik orang pendatang dari luar pulau Papua, lahir besar diatas tanah Papua, dan orang asli Papua, yang menempati di atas pulau Papua, entah itu paham agama yang berbeda, suku yang berbeda, daerah yang berbeda,ras yang berbeda, namun yang terpenting adalah kesatuan pemahaman PERJUANGAN PAPUA merdeka dan melawan sistem kolonial untuk bebas dari keterikatan tali-tali penguasa yang membuat orang Papua tidak diangkap sebagai ciptaan yang sama, di Intimindasi, diteror, dibunuh, dirampas, hak-hak yang harus dinikmati oleh Orang Papua itu sendiri.

Dalam perjuangan Papua menuju kebebasan dari penjajahan kolonial adalah memperjuangkan Hak Menentukan Nasib Sendiri dan melawan Sistem,Imprealis, kolonial, Militarisme bukan melawan pendatang bukan melawan suku, bukan rasis, bukan sarah, bukan melawan orang Pendatang diatas Tanah Papua, tetapi yang diperlukan dalam perjuangan kebebasan Papua Dari Kolonial penguasa adalah memahami arti Pembebasan, yaitu bersama Kebenaran Sejarah Sang Bintang Kejora dan mendatangkan Revolusi, Persatuan Tanpa Batas Perjuangan Sampai Menang.

Pemusnahan orang Papua dari hari-kehari sedang terjadi hilangnya harapan dan pengharapan sampai cucuran air mata keluar, berbagai kasus dapat kita temukan di kalangan masyarakat Papua entah telah tejadi puluhan tahun hingga terjadinya saat ini, seperti kronologi berikut:

Mendekati Bulan Desember umat Kristen hati-hati : ”Terjadi cucuran air Mata di Manokwari Papua”  Pada  26-31/10/2016.



1.Tanggal 26/10/2016

Puisi dan kata kesedihan

Aku Vigal Pauspaus..
bukan datang dari luar sana..
dan juga bukan akan pergi tingalkan tempat ini,...

Karena aku tetap disini Sanggeng Manokwari Papua,..
akulah anak penerus leluhur, aku disini, ditanah ini,
diatas Tanah Papua..,
aku bukan mabuk Selamanya..
tetapi hanya beberapa jam saja..
nanti juga aku akan akan sadar dan bayar utang yang aku makan..
dan aku pun masih dalam keadaan sadar bahwa saya belum bayar lalu telpon Bapa ku untuk datang membayarnya..,

Akhirnya Bapa ku datang juga untuk memastikan bahwa berapa harga yang saya utang...
Setelah Bapa ku mengetahui Harga yang saya utang,..
orang Tua ku berjanji dan kembali ke rumah Mengambil Uang untuk membayar...,
sebentara orang tua ku dalam perjalanan..
aku diserang dan aku akhiri hidup ku...

Orang Tua ku kembali dari Rumah untuk membayar..,
Tubuh ku terlantar ditanah ku Sanggeng Manokwari..,
orang Tua ku teriak minta tolong kepada warga Sanggeng...,
Terjadilah bantuan kepada orang Tua ku dan warga memalang jalan bukan untuk pembalasan..,
Tetapi hanya pemalangan jalan..,

datanglah pihak keamanan NKRI tidak menangkapi dan memahami aksi yang dilakukan oleh Warga..,
Bahwa warga hanya melakukan pemalangan jalan bukan melakukan Penyerangan namun hanya karena kemarahan warga dan emosi.

Hati-Hatilah Penerus papua ini dekat Bulan Natal.
HATI-HATIlah penerus Papua dihadapan mereka, karena BULAN DESEMBER Iblis datang bukan untuk melindungi,tetapi untuk memusnahkan..
Cerita Vigal ditulis oleh
 Nipson  Murib activis AMP Komite Bali


 Keamanan?

Bahasa keamanan adalah bahasa Indonesia yang diatur dan ditetapkan dalam UU NKRI dan jelas bahwa dengan tujuan mengamankan, menjaga, melindungi merupakan kewajiban mereka.

Orang yang tidak sekolah pun dapat memahami kata keamanan, tetapi yang selalu salah dalam tugas tugas keamanan di Papua, karena tugas keamanan di Papua menjadi  petugas kejahatan artinya bahwa keamanan menjadi pelaku kejahatan di Tanah Papua, maka terjadilah penembakan terhadap warga Sanggeng Manokwari Papua, mengakibatkan beberapa warga yang terkena luka-luka akibat tembakan KEAMANAN/POLISI dan Ada yang korban meninggal yaitu seorang Aktivis WPNA wilayah Manokwari Onesimus Rumayom

Kejadian ini bisa katakan bahwa pembunuhan berencana, karena kedatangan keamanan bukan untuk mengamankan, mendamaikan, malah membela pihak Pembunuh dan penembak warga atau pihak korban  tanpa peringatan tembakan apapun sesuai aturan militerisme.

Berikut Kronologi dari Media KNPB MNUKWAR, PENIKAMAN FIGAL PAUSPAUS DARI NON PAPUA.

Pada  26/10/2016  jam 21:45 WPB bertempat di sekitar Sanggeng Manokwari terjadi penikaman terhadap anak Papua bernama "Vigal Pauspaus" asal Fakfak hingga isi perut keluar. Penikaman ini dilakukan oleh seorang warga non Papua asal Makasar.
Hal ini bermula ketika Vigal makan disebuah warung makan disekitar kantor Golkar Sanggeng Manokwari namun setelah makan Vigal belum bisa bayar makan tersebut karena uangnya kurang sehingga dia menelpon orang tuanya untuk datang bayar.

Pada sekitar jam 22.00 WPB malam Figal Pauspaus  selesai makan nasi kuning di salah satu warung di jalan Yosudarso tepatnya di depan Dealer Honda namun ia tidak sempat membayar karena tidak memiliki uang sehingga ia menelpon bapaknya dan datang untuk bayar, setelah ayahnya tiba dan ia menyampaikan bahwa kalian bersabar karena saya juga muslim dan saya balik kerumah untuk ambil uang untuk bayar dan setelah  kembali namun sudah terjadi penikaman terhadap anaknya.

 Penikaman di depan Pos penjagaan kepolisian, jarak antara polisi dan TKP sekitar 15 meter, namun polisi membiarkan dan menonton kejadian penikaman, polisi juga membiarkan pelaku penikaman dan tidak ditangkap. Atas kejadian tersebut sehingga, rakyat Papua protes dengan membakar motor kepolisian di TKP dan warung makan serta jalan raya dipalang dengan pembakaran Ban.

Mendengar hal tersebut masyarakat Papua di Sanggeng langsung melakukan perlawanan dengan memalang jalan-jalan. Aksi pemalangan oleh masyarakat ini berujung bentrok dengan aparat kepolisian RI di Manokwari ketika aparat kepolisi berusaha untuk membuka palang namun terjadi tarik menarik palang akhirnya aparat kepolisian mengeluarkan tembakan rentetan yang mengakibatkan tewasnya salah satu masyarakat yang juga anggota pengurus WPNA wilayah Manokwari "Onesimus Rumayom" dan beberapa masyarakat sipil lainnya yang luka parah dan kini sedang dirawat di RS Angkat Laut fasharkan manokwari.

Korban meninggal atas nama “Onesimus Rumayom” umur sekitar ± 40 tahun korban adalah aktivis HAM dari WPNA Menurut kesaksian anaknya bahwa ayahnya sedang mau keluar dari rumah untuk membeli makan malam di warung namun selang 5 menit ayahnya di tembak aparat kepolisian yang melakukan penyusunan di jalan Yosudarso dan jalan sepatu sanggeng.

Jenasah Alm. Onesimus Rumayom berada di rumah sakit AL Manokwari dan korban penembakan atas nama Erik Inggabouw umur 18 tahun ditembak di leher dan Tinus Urbinas 38 tahun di tembak di tangan.

Kejadian malam jam 10.00 - 02.30 bentrok Papua dengan suku Makasar.  Pagi hari aparat  gabungan melakukan penyisiran terhadap orang Papua yang bikin kelompok dipingir jalan dan jatuh korban sipil rakyat Papua. Korban orang Papua sebagian besar tidak diketahui. Keluarga korban yang meningal belum bisa bawa mayat dari ruma sakit. Aparat masi jaga ketat hinga berita ini dinaikan.


Situasi Manokwari sangat tegang dan aparat kepolisian berjaga jaga di beberapa tempat disepanjang jalan. dalam kejadian ini, polisis tidak memihak ke rakyat Papua namun polisi memukul dan menyiksa rakyat sipil yang ada di sepanjang jalan raya, dalam kejadian ini polisis juga memukul kepala suku besar manokwari obet ayok dan anaknya yang sedang berusaha mengamankan. kebrutalan dari kepolisian sekitar 10 – 20 orang terluka parah dan kena tima panas dari kepolisian.

Korban sebagian besar rakyat Papua kena peluru tima panas dari polisi  dan peluru karet dari pihak aparat kepolisian. Kejadian ini dimulai pada  jam 09 .00 wp  malam sampai berlanjut pagi hari dan masi berlanjut tadi siang sampai malam ini masi tegang.

1.Fijai Pauspaus (malam) ditikam dari belakang oleh pemilik warung   orang belum diketahui.
2. Pascal Mayor (malam hari) paha kena peluru panas dari kepolisian
3. Ricky Inggabiuw (malam) kena peluru tima panas bagian leher, tengorokan bocor dari polisi, sedang DARURAT dan pendaraan berlebihan keluar di mulut.
4.Ones Sebrinus Rumayom (malam) kena peluru tima panas dari kepolisian, korban meningal
5.Martinus Urbinas (malam) kena peluru bagian tangan kiri dari polisi
6. Orgenes Asaribab (pagi) paha kena peluru, dan kepala bocor, korban dipukul babak belur oleh aparat lalu diseret seperti binatang.
7.Antonius Rumruren, kena di bagian punggung mengenai peluruh karet dari polisi
8. Markus Swabei (malam) paha kena peluru dari kepolisian
9. Obet Ayok   Kepala suku BESAR Manokwari bersama anaknya (pagi) dipukul oleh aparat Brimob dan polisi, anak dari Obet Ayok babak belur.
11. Agustinus Wakum, (16 tahun) korban ditembak di lengan tangan kanan, ditembak tgl 26 oktober mlm sekitar jam 11 .00, di samping Toko Sanggeng. Korban adalah siswa SMA Negeri 02 Wosi.
12. Korban atas nama Ruben Epha (25 tahun)
Korban tertembak do tulang punggung belakang.
Korban ditembak antara Toko Mawar dan Toko Sanggeng pada jam 11 malam tanggal 26 Oktober 2016.

2. Tanggal 31/10/2016

Aku Agustinus Aun & Tasya Tanesia..
Mendekati bulan desember 2016..
Aku bersama  pacar ku ..

mencari ketenangan dan keteduan dibumi papua Manokwari pantai Amban ..
Menikmati tiupan angin pantai bersama kekasih ku ..
Aku tidak membaca situasi yang terjadi di Manokwari Papua..
Ternyata ada yang meraya lelah untuk membunuh, menculik, memusnakan kami..
Tidak aku pikirkan jikalau sebentara situasi di Papua tidak nyaman..
Tidak aku pikirkan harapan orang tua ku..
Tidak aku pikirkan pengorbanan orang TUA KU..

yang mengandung aku, yang menyusui aku dan membesarkan aku Sampai di bangku kulia UNIPA Manokwari...
Aku tidak bertujuan untuk melupakan Penghorbanan kedua orang Tua..
Aku hanyalah gunakan sedikit waktu untuk menikmati suasana pacaran..
Aku mohon maaf Bapa... Mama.....
Engkau mengandung aku,
engkau membesarkan aku,
engkau Menggorbankan Tenaga Mu,

memerlukan waktu yang sangat panjang dan lama...,
tetapi aku pergi tanpa izin kepada kedua Bapa dan Mama..
 Bapa...Mana...
Aku menghakiri hidup ku hanya sedetikdik disini,di pantai amban Manokwari bersama kekasih ku...

Penulis: Nipson Murib adalah aktivis AMP Komite Bali


Berikut Kronologi Menurut Media KNPB Manokwari.
KRONOLOGIS PEMBUNUHAN DUA MAHASISWA UNIPA DARI OTK DI MANOKWARI.




KRONOGIS. =  Agustinus Aun Asal MERAUKE Umur 20 tahun dan pacarnya Tasya Tanesia Sapulete 19 tahun Asal Ambon bapak Ambon Mama BIAK Papua. Ditemukan Mayat di Pantai Amban dipinggir Pantai yang jalan menuju Distrik Pantai Utara MANOKWARI.

Agustinus Aun Semester III Teknik Listrik UNIPA. dan Tasya Tanesia Sapulete semester III Di Fakultas Peternakan UNIPA.

Tadi siang sekitar Jam13.00 WP Agustinus Aun dapat SMS Dari Pacarnya Tasya Tanesia Sapulete bahwa minta jalan-jalan ke Pantai Amban. Agus sempat minta teman Asrama untuk jalan sama_ sama ke kesana namun teman tersebut menolak tidak Mau, Sehingga Agus sendirian jalan keluar kedepan Asrama dan ketemu kaka tingkat Aun di depan asrama Villanova, Kaka tersebut bertanya Agus kemana kah? Jawab Agus kaka saya ke kampus jawab kaka tingkatnya Agus Jalan Hati - Hati ya? Kata Agus, Siap kaka.

Satu jam kemudian ada salah satu orang ciri-ciri Asal Ambon rambut Gimbal datang di asrama mahasiswa  KATOLIK Villanova dan kastahu Kaka Tingkat asrama Agus yang tadi berkata hati _ hati bahwa Agus dapat Bunuh di Amban Pantai.

Kaka Agus tersebut Terkesut atau kaget langsung Dia Marah kepada Pembawa berita bahwa ko sembarang saja, sembarang sekali bilang saya punya anggota asrama dapat Bunuh ko stop ko pulang dari pada saya lipat ko disini ko pulang! Akhirnya Pembawa berita takut dan dia bilang Maaf kaka dan di menuju ke Fakultas Peternakan UNIPA dan kastahu temannya yang lain di Fakultas.

Ketemu Mayat: Sekitar Jam 16.00wp mendengar temukan Mayat di Pantai Amban dekat kali Rantai Mandopi sehingga dari semua asrama -asrama di Amban turun untuk pastikan Mayat ternya Mayat Agustinus Aun dan Pacarnya Tasya Tanesia Sapulete sudah tidak ada Nafas.

Menurut Mahasiswa dan anggota KNPB Manokwari yang turun ke tempat kejadian katanya Awalnya Polisi suda berada di Tempat kejadian Lalu mereka tibah dari belakang.

Kondisi korban Tanggan Kanan Agus Putus tidak tahu hilang dimana. Muka agus Terpotong Besar di testa, potongan di bagian belakang, tikam diketiak.

Pacarnya sepertinya sebelum dibunuh diperkosa, lutut kaki kiri Luka Potongan, tikam di Leher dan dibelakang.

Anehnya Tempat kejadian Tidak ada darah yang di ambur di sekitar kejadian, di dedaunan atau rumput, tidak ada tempat bekas kaki yang baku kejar. Sepertinya Dibunuh ditempat Lain Buang di Amban Pantai. Sebagai barang bukti adanya “Satu Buah Taksi” berwarnah Biru yang ada tempat kejadian jarak sekitar 20/30 meter dari Mayat. Ditemukan juga ada darah sekitar 3 Titik di pintu kanan Taksi.

Sementara Mayat divisum di rumah sakit Umum Manokwari. Sampai malam ini jam 01.04 WP belum dipulangkan ke rumah keluarga.

Alm.Agus Rencana Mayat di Pulangkan DI asrama mahasiswa KATOLIK Villanova Amban.
Pembunuhan ini  sepertinya orang yang terlati dan Banyak Orang yang sudah berencara untuk Membunuh.

Dengan Kronologi yang ada, maka disimbulkan bahwa:
Penikaman Vigal Pauspaus,Aktivis WPNA Onesimus Rumayom dan Kedua Mahasiswa UNIPA adalah Pembunuhan berencana dalam Bulan Akhir October 2016 wilayah Manokwari.

Penulis: Nipson Murib
(Aktivis Aliansi Mahasiswa Papua
 Komite Kota Bali)


Bulan Desember telah tiba adanya pemusnahan di Papua oleh para kolonial yang memiliki hati yang kejam, perampokan, pembunuhan, pelecehan terhadap perempuan, pemerkosaan, intimidasi, mengkambinghitamkan antar pemerintah terhadap masyarakt lokalitas.

Pemusnahan manusia Papua secara liar sedang terjadi di lingkungan masyarakat Papua yang berada di Papua maupun luar Papua. Karena target yang diatur oleh para Klonial Indonesia adalah pemusnahan yang besar-besar oleh para Kolonial Indonesia setiap bulan Desember. Maka waspadalah dalam menghadapi bulan desember yang akan selalu dirayakan oleh orang Papua, karena target pemusnahan selalu akan ada untuk menghabisbumikan manusia Papua di atas tanah leluhurnya sendiri.

Lawan dan satukan hati demi orang Papua serta selamatkan bumi Papua dari para kolonial. Jangan biarkan bangsa lain yang menggodamu dan memusnahkan mu tetapi satukan tekat menuju pembebasan Papua, karena hari ini adalah hari Anda untuk melawan. Salam Revolusi pembebasan Papua.

Kata Kunci: Genocide, Pemusnahan, Intimidasi, Revolusi, Rasis, Militerisme.

Penulis adalah Aktivis Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali



















Istilah Orang Papua Waspada! Jika Mendekati Bulan Desember Banyak Kecelakaan, Pembunuhan, Penculikan Terjadi Reviewed by Revolusi Mental West Papua on 11:30 AM Rating: 5 Foto: Dok Pribadi Oleh :  Nibson Murib Revolusi Mental Papua (RMP) - Apakah orang Papua mengetahui pelaku pembunuhan, kecelakaan, saa...