Pers Realise dan Seminar Human Traffiking (Perdagangan Manusia)
TEMA : Perjuangan perempuan melawan perdagangan manusia
SUB TEMA : Akhiri perdagangan perempuan & anak & perbudakan modern
Revolusi Mental Papua (RMP) - Human traffiking / (perdagangan manusia) adalah kasus yang di anggap sepele oleh pemerintah Indonesia buktinya belum ada undang-undang yang memang nampak untuk melawan aktor-aktor yang bermain di belakang kasus human traffiking ini di Indonesia sudah ada banyak kasus human traffiking baik itu dalam rumah tangga masyarakat sampai ke Internasional / Negara luar
Adanya beberapa kasus yang terjadi mengenai human traffiking yang
di sampaikan secara pengalaman oleh Saudari Sandra dan saudari Ima yang adalah korban perdagangan manusia dengan berbagai macam cara tanpa perhatikan hukum Negara.
Kasus Saudari Sandra:
Kebohongan untuk ingin diberi pekerjaan yang baik sebagai asisten rumah tangga, namun malah di jual dan di kait-kaitkan dengan uang agar si korban tidak dapat lagi melakukan sesuai yang di janjikan oleh asisten rumah tangga
Apakah karena sudah terikat dengan utang individu nya dan paling mengesangkan lagi pekerjaan yang di berikan oleh asisten rumah tangga adalah pekerja mengenai sex komersial di luar Negari (Amerika) .
Kasus Saudari Ima:
Ima terpaksa untuk bekerja di luar negeri karena kebutuhan ekonomi .
Ima di Minta bekerja sebagai Baby Sister setelah Ima tiba di USA seminggu kemudian Ima di jual ke keluarga lain dan bekerja selama 3 tahun dan tanpa bayaran dan kemudian mendapat bantuan dan akhirnya dapat kabur dari tempat kerja tersebut .
Ada banyak jenis human trafiking seperti penjualan alat-alat vital manusia, kawin kontrak, nikah di bawah umur, kekerasan dalam rumah tangga dan lain-lain.
Cerita singkat pengalaman Saudari sandra dan Saudari Ima serta kasus-kasus human traffiking lainnya bahwa proses maupun cara perdagangan manusia itu sangat beragam dan dengan cara-cara yang licik yang dijadikan lapangan pekerjaan bagi para pemilik modal maupun orang-orang yang rakus.
Lebih parahnya lagi para aktor-aktor utama human traffiking ( perdagangan manusia ) ini adalah para duta-duta besar Negara tidak hanya duta-duta Asing yang mewakili Indonesia di berbagai Negara malahan duta dari orang asli Indonesia sendiri yang menjadi aktor perdagangan manusia tersebut.
Duta bangsa bukan untuk di sembah-sembah tetapi memberi pelayanan untuk mereka yang membutuhkan pelayanan.
Untuk itu, perlunya perhatian lebih bahkan kita harus berpartisipasi dalam perlawanan melawan perdagangan anak tersebut dan pemerintah pun harus serius dalam penaganan masalah ini salah satu cara yang harus pemerintah lakukan adalah membuat undang undang agar perdagangan manusia ini tidak memakan korban lagi dan bila memang pemerintah tetap diam & tidak menanggapinya maka jalan satu satunya adalah lawan dan capai cita-cita kita bersama sebagai manusia yang bebas yang hidup dengan segala sesuatu yang sudah Tuhan siapkan untuk kita.
SOLIDARITAS TANPA BATAS PERJUANGAN SAMPAI MENANG Bersam AMP Komite Bali.
Denpasar, 29 Oktober 2016
Oleh : Jeeno Dogomo
Penulis adalah aktivis di AMP Komite Kota Bali
